18.1.13
It Starts with an Idea
Ide. Ide adalah tiga huruf yang menyimpan banyak makna. Untuk bikin film apapun tentunya semua harus berawal dari sebuah Ide yang kemudian dikembangin jadi Skenario atau naskah. Hal paling awal yang harus diperhatiin itu "Know Your Ending" buat bikin suatu naskah film, kita harus tau dulu kita mau ending kayak apa. Apa pesan yang mau disampein juga perlu dipikirin baik-baik. Sederhananya, ide cerita bisa dibikin jadi sebuah premis, "si A menginginkan sesuatu, namun terhalang oleh B" A dan B itu luas banget bisa diganti serandom apapun. that's what exciting. dan ga mesti selalu ngikut rumus itu sih :)
Biar mempermudah juga, kalau pengen bikin naskah, ada pesen dari Mas Dimaz untuk nulis dari yang paling umum dan luas dulu. Pertama dimulai dari Tema, kalau udah tahu temanya, turun ke Tujuan, Premis, abis itu bikin Karakter, setelah itu bentuk Sinopsis, dan baru deh panjangin dan eksplor di Skenario utuh! Biar kita punya pegangan, dan gak nulis kemana mana atau belok dari tujuan awal kita nulis naskah. Kalau menurut gue sih, paling susah nemuin ide yang asyik, kesananya kalau ada ide, bisa mengalir sendiri :))
Biar mempermudah juga, kalau pengen bikin naskah, ada pesen dari Mas Dimaz untuk nulis dari yang paling umum dan luas dulu. Pertama dimulai dari Tema, kalau udah tahu temanya, turun ke Tujuan, Premis, abis itu bikin Karakter, setelah itu bentuk Sinopsis, dan baru deh panjangin dan eksplor di Skenario utuh! Biar kita punya pegangan, dan gak nulis kemana mana atau belok dari tujuan awal kita nulis naskah. Kalau menurut gue sih, paling susah nemuin ide yang asyik, kesananya kalau ada ide, bisa mengalir sendiri :))
Selain soal ide cerita, gue juga dapet what it takes to be a good film-maker. Ada 4 step yang perlu dipahami, diantaranya Referensi, Observasi, Evaluasi, dan Eksekusi. Here they go.
Pertama adalah Referensi. Selera kita dalam memilih referensi kayak film, musik, atau cerita bisa pengaruhin gaya kita dalam bikin film. Jadi semakin bagus referensi yang kita pilih, bakal semakin bagus. Referensi juga bisa pengaruhin penentuan konsep sebagai bahan inspirasi kita. All we have to do is recalling those references that we've got.
Kedua itu Observasi. sesuai dengan tagline sinematografi, "gak cuma nonton", abis kita mantengin referensi-referensi kita, kita harus mengamati dan menganalisis referensi referensi tadi. Jadi ga cuma asal lihat, tapi bener bener diperhatiin tiap elemennya, misalnya dari alur cerita, teknis pengambilan gambar, setting, sampe akting pemain.
Kita bisa milih mana yang kurang dan bisa diperbaikin dan bisa niru hal hal yang jadi poin plus! Niru itu hukumnya sah asal ga copy paste atau plagiarism, kata mas nobo, ga ada ide yang bener bener 100% original. Ini cuma masalah gimana kita mengolah ide itu jadi ide yang fresh dan baru. You know the quote, "good artists copy, but great artists steal" ya begitulah haha kita juga bisa memposisikan diri kita sebagai observator, bagusnya sih misalnya nonton film, tonton lebih dari sekali. Jadi pas pertama nonton kita bisa entah menikmatinya atau langsung merhatiin detailnya.
The third is Evaluation. Disini kita mendalami hasil observasi kita kedalam bentuk apreasiasi. Evaluasi yang baik ituuu kata kakaknya, kita bisa nemuin reaksi sebab-akibat, kenapa bisa kaya gitu, apa alasannya dibikin seperti itu, terus juga nemuin solusi dan mengolahnya jadi sebuah inspirasi. We can learn a looot. Sutradara yang baik adalah sutradara yang punya banyak referensi dan pastinya sering nonton berbagai film.
The third is Evaluation. Disini kita mendalami hasil observasi kita kedalam bentuk apreasiasi. Evaluasi yang baik ituuu kata kakaknya, kita bisa nemuin reaksi sebab-akibat, kenapa bisa kaya gitu, apa alasannya dibikin seperti itu, terus juga nemuin solusi dan mengolahnya jadi sebuah inspirasi. We can learn a looot. Sutradara yang baik adalah sutradara yang punya banyak referensi dan pastinya sering nonton berbagai film.
Abis itu ada Eksekusi. Nah, this is the crucial part, Make it or break it. inilah dimana kita mengaplikasikan semua yang udah kita lakuin di 3 step awal tadi. Disini kita butuh some basic skill tentunya buat ngelakuin ini, dan diharapkan sih punya kemampuan eksekusi yang bagus, which is dapat menghasilkan karya sesuai konsep dan inspirasi yang diinginkan.
Di atas itu semua ada satu hal lagi yang kita butuhin, Sense. buat ngerasain dan nemuin referensi yang bagus kita harus punya rasa peka yang tentunya bisa dilatih entah itu dari komunitas tempat kita biasa kumpul atau dari diri kita sendiri. rasa sense ini dipengaruhin sama lingkungan, mulai dari keluarga, sahabat, masa lalu, sampe kondisi psikis kita. Sutradara harus punya sudut pandang, di satu film biasanya dia cuma memihak satu pihak. Sutradara juga harus paham pesan yang bakal disampein melalui film yang dibikin dan bisa menambah nilai cerita dengan cara pandangnya. Sentuhan terakhir yang menentukan film itu akan meninggalkan kesan atau tidak.
Di atas itu semua ada satu hal lagi yang kita butuhin, Sense. buat ngerasain dan nemuin referensi yang bagus kita harus punya rasa peka yang tentunya bisa dilatih entah itu dari komunitas tempat kita biasa kumpul atau dari diri kita sendiri. rasa sense ini dipengaruhin sama lingkungan, mulai dari keluarga, sahabat, masa lalu, sampe kondisi psikis kita. Sutradara harus punya sudut pandang, di satu film biasanya dia cuma memihak satu pihak. Sutradara juga harus paham pesan yang bakal disampein melalui film yang dibikin dan bisa menambah nilai cerita dengan cara pandangnya. Sentuhan terakhir yang menentukan film itu akan meninggalkan kesan atau tidak.
------------------------------------------------------------------------------------
Ada Mas Odhan lagi ngambil foto di depan. Si Mas Kopler mendadak mencanangkan protes, "Heh! ngapain kamu! Ini tuh lagi materi! Kamu mau ganggu hah?!" hahaha entahlah persisnya ngomong apa. Dan out of nowhere, pintu masuk terbuka lebar, ada dua cowok pake jas rapih lengkap sama kacamata item dan senjata di tangan ala mafia, (tema hari itu dresscodenya Mafia), mereka berdua berjalan cepat dan langsung menuju Mas Odhan. Mereka akhirnya nangkep Mas Odhan dan nutup kepalanya pake karung hitam. Dia berontak, tapi tanpa bersuara dua orang itu ngegiring dia keluar ruangan. Semua diem. Mas Kopler pun angkat bicara, "Maaf ya tadi ada pengganggu, pengganggunya sudah disingkirkan, sekarang kita bisa lanjuut" heeee? disini gue bingung, ya tau lah itu cuma akting tapi ga ngerti maksudnya apa.
Lalu materi lanjut lagi dibawain, mereka bilang mau langsung aja di praktekin. Disinilah tanda tanya gue terjawab. Di layar proyektor, ada gambar redup. Ternyata itu Mas Odhan! Settingnya mereka nyekap Mas odhan di semacam gudang, lampunya oren oren redup. Di tengah dia lagi dalam posisi duduk terikat dengan ekspresi yang sesuatu sekali. dan di sekelilingnya ada pria pria berjas dengan senjata masing masing diarahin ke mukanya Mas Odhan. Dan sepanjang ini, aula dibikin ngakak!!! salut banget! intinya sih ya belajar lighting, dikasih liat bedanya pake Key Light, Fill Light dan Back Light, terus juga ada perbedaan kalo pake stereofoam sama engga. Dan Mas Odhannya ituloooh hahaha jail banget. Kalo dia iseng dikit, with no mercy, dia ditimpuk dan dipukulin pake senjata senjata yang dibawa mafia mafia yang nyekap dia. Sempet pas mas Aryan lagi jelasin soal pencahayaan, dia ngasih intruksi "geser kanan.. geser.. Nah, kan keliatan ganteng" dan disitu Mas Odhan langsung ngeluarin ekspresi yang aihhh banget sambil ngangkat alis dan langsung habis dipukulin hahaha ah gokil lah pokonya. Kalo ditanya momen favorit gue bakal jawab itu. really really fun to watch! What a show! :D
Intinya, gue seneng. Ini baru awal, walaupun cuma teori tapi gue udah dapet gambaran dan bayangan kayak apa sih bikin film tuh. Semangat tingkat tinggi lah!!:))
Masih banyak tahap diklat yang harus dilalui. Horeeee!
First Step, New Beginning
Akhir-akhir ini, gue ngerasa hidup gue perlahan-lahan berubah, in certain ways. Sebelumnya gue sempet ngerasa, hidup gue kok gini-gini mulu ya. Mulai mempertanyakan keputusan gue bener ga sih jauh-jauh kuliah di Surabaya di jurusan Sastra Inggris. Waktu kosong gue buanyaaaak banget. Kerasa banget kalau gue tuh cuma "kuliah-makan-pulang-kuliah-makan-pulang" dan punya rutinititas seperti itu sangat tidak sehat. Tidak sehat untuk kreativitas gue hahaha. Yoris bilang, untuk menjadi orang yang kreatif itu kita harus buang jauh jauh kegiatan sama yang kita lakukan setiap harinya. kegiatan yang tersusun dan terjadwal rapih. Gue juga ngerasa jenuh sendiri, kok yang gue lakuin ya ini lagi ini lagi. bosyeeen.
Sampai akhirnya gue ikut seleksi interview Sinematografi Universitas Airlangga, sebelum resmi diterima di Unair gue udah kepengeeeen banget join UKM ini. Sempet ngedown dan pesimis pas tau ada seleksi begini, I am not good at sepik-sepik haha but then I tried it dan alhamdulillah..... pas tanggal 19 November 2012, pas gue lagi neduh di bawah hujan deras sama Widya in the middle of nowhere (lagi kesasar gara gara menunaikan tugas publikasi diesnat nyebarin pamflet ke sekian universitas di surabaya:p) gue dapet telfon. Suaranya terdengar ceriaaa sekali, kontras sama gue yang lagi kedinginan karna basah kuyup. Dan kaka tersebut menyampaikan pesan kalo gue lolos seleksi :'))) dan ada info soal technical meeting diklat sinematografi UA. And since then, I feel like my life has slowly changed.
Gue dapet kelompok 3 yang sooner dinamakan ROLL KOPROL. engga, ga ada filosofinya:p dan gue ngerasa beruntuuung banget dapet PK (pendamping) : kakak ARY MITCHII. Awalnya gue kenal ga kenal sama dia, dia pernah ngechat pas gue pasang DP megang stiker sinema. terus kalo papasan di kampus pun mau senyum aja ragu ragu haha dan akhirnya dia jadi PK gue. Suuuumpah, namanya baik kak ary ini baiiiik banget dan skillnya udah ga usah ditanyain lagi. Kamera, ngedit, ide cerita, gokil lah haha walaupun kalo disinggung selaluuu saja, "ah.. aku ga bisa apa-apa" mihihi so freakin low profile. Dan so far yang gue liat, ya gitulah anak sinema. Di saat temen temen rekan mereka memuji, "iya tuh.. mba nat jagonya kalo soal kamera" atau pujian pujian apalah, pasti selalu mereka sangkal. Ga ada tuh yang nyombongin diri sendiri atau sekedar terlihat ngerasa dirinya hebat. Sejauh yang gue liat sih ga ada :) makanya gue kagum banget sama mereka dan berharap suatu hari nanti gue bisa punya skill sehebat mereka. It's a matter of process and effort.
Mungkin, mungkin langkah gue berawal disini. Entah gimana kelanjutannya, entah bakal kemana tujuan langkah kaki gue, semua berawal disini. Sekarang tinggal guenya, bisa memanfaatkan kesempatan yang udah Allah kasih ini apa engga. Sekarang gue lagi ngumpulin tenaga buat menunaikan Diklat Sinematografi UA 2012 yang durasinya 3 bulan lamanya :D Simple Idea, Great Movie..! Sinematografi... Gak cuma nonton!!
Sampai akhirnya gue ikut seleksi interview Sinematografi Universitas Airlangga, sebelum resmi diterima di Unair gue udah kepengeeeen banget join UKM ini. Sempet ngedown dan pesimis pas tau ada seleksi begini, I am not good at sepik-sepik haha but then I tried it dan alhamdulillah..... pas tanggal 19 November 2012, pas gue lagi neduh di bawah hujan deras sama Widya in the middle of nowhere (lagi kesasar gara gara menunaikan tugas publikasi diesnat nyebarin pamflet ke sekian universitas di surabaya:p) gue dapet telfon. Suaranya terdengar ceriaaa sekali, kontras sama gue yang lagi kedinginan karna basah kuyup. Dan kaka tersebut menyampaikan pesan kalo gue lolos seleksi :'))) dan ada info soal technical meeting diklat sinematografi UA. And since then, I feel like my life has slowly changed.
Gue dapet kelompok 3 yang sooner dinamakan ROLL KOPROL. engga, ga ada filosofinya:p dan gue ngerasa beruntuuung banget dapet PK (pendamping) : kakak ARY MITCHII. Awalnya gue kenal ga kenal sama dia, dia pernah ngechat pas gue pasang DP megang stiker sinema. terus kalo papasan di kampus pun mau senyum aja ragu ragu haha dan akhirnya dia jadi PK gue. Suuuumpah, namanya baik kak ary ini baiiiik banget dan skillnya udah ga usah ditanyain lagi. Kamera, ngedit, ide cerita, gokil lah haha walaupun kalo disinggung selaluuu saja, "ah.. aku ga bisa apa-apa" mihihi so freakin low profile. Dan so far yang gue liat, ya gitulah anak sinema. Di saat temen temen rekan mereka memuji, "iya tuh.. mba nat jagonya kalo soal kamera" atau pujian pujian apalah, pasti selalu mereka sangkal. Ga ada tuh yang nyombongin diri sendiri atau sekedar terlihat ngerasa dirinya hebat. Sejauh yang gue liat sih ga ada :) makanya gue kagum banget sama mereka dan berharap suatu hari nanti gue bisa punya skill sehebat mereka. It's a matter of process and effort.
Mungkin, mungkin langkah gue berawal disini. Entah gimana kelanjutannya, entah bakal kemana tujuan langkah kaki gue, semua berawal disini. Sekarang tinggal guenya, bisa memanfaatkan kesempatan yang udah Allah kasih ini apa engga. Sekarang gue lagi ngumpulin tenaga buat menunaikan Diklat Sinematografi UA 2012 yang durasinya 3 bulan lamanya :D Simple Idea, Great Movie..! Sinematografi... Gak cuma nonton!!
22.9.12
There is Always a Reason.....
Same stories.
3 years ago: Niat daftar Smanti, tapi berubah pikiran dan akhirnya diterima di
SMAN 6.
Now: Niat
daftar UI, tapi berubah pikiran dan akhirnya diterima di UNAIR.
Sebenernya, alasan
dibalik dua hal itu kurang lebih sama.
21.7.12
A Glimmer of Hope
Sejak gue apply snmptn undangan, entah kenapa bokap gue yakin banget kalau gue bakal diterima di Universitas Airlangga. Universitas yang gue jadiin pilihan pertama gue. Sebenernya gue agak gimana gitu tiap bokap nyebut nyebut "halo anak unair.." atau "udah siap kuliah di surabaya?" Padahal belum tentu gue keterima. Untungnya nyokap tetep realistis, selalu ngingetin kalau nanti ga diterima, ya berarti itu bukan yang terbaik.
Gue pasrah. Optimis engga, pesimis juga engga. Bener bener pasrah nyerahin semuanya ke Allah. Gue sempet nyiapin back up plan just in case kalau gue ga lolos. Apa yang bakal gue pilih, apa rencana gue, sampai akhirnya hari itu tiba..
Gue pasrah. Optimis engga, pesimis juga engga. Bener bener pasrah nyerahin semuanya ke Allah. Gue sempet nyiapin back up plan just in case kalau gue ga lolos. Apa yang bakal gue pilih, apa rencana gue, sampai akhirnya hari itu tiba..
13.7.12
Climax of High School
Ontime itu singkatan dari One Night Thousand Irreplaceable Memories. Ga lain ontime itu Prom Nightnya Supersix 6ue2012 Semau6ue Bogor!!
![]() | ||
| Made by Alfikar Rendi, abang gue yang paling trendy :)) |
29.4.12
"Bersedih Seperti Bahagia"
Antara sedih dan senang itu ternyata beda tipis...
Sedih, aseeeli gue sedih banget bentar lagi harus ninggalin ini semua, ninggalin masa putih abu gue yang cuma sekali seumur hidup. Jujur waktu akhir kelas X sampe kelas XI, yang namanya gue pengen cepet cepet lulus, cepet cepet kuliah, itu bangeet Awal kelas XIIpun gitu, apalagi udah mulai mikirin masa depan, gimana ga bikin makin excited dan lebih lebih lagi pengen ninggalin seragam.
But then... Gue memasuki semester 6, yang ga lain adalah semester akhir...Januari, Februari berlalu.. Dan let me tell you, Maret adalah bulan yang paling ga kerasa! Saking sibuknya, saking capenya, saking diribetinnya sama UAS dan Ujian Praktek. Disinilah baru kerasa how it feels like to be in Senior Year.
Sekarang sekarang ini, gue lagi sering nengok ke belakang, kadang suka flashback sendiri di dalam pikiran. Kenangan kenangan yang gue punya, keluarga keluarga yang gue dapet, project project yang gue hasilin, acara acara yang gue ikut partisipasi, temen temen gue, momen momen yang absurd, semuanya......
Sedih, aseeeli gue sedih banget bentar lagi harus ninggalin ini semua, ninggalin masa putih abu gue yang cuma sekali seumur hidup. Jujur waktu akhir kelas X sampe kelas XI, yang namanya gue pengen cepet cepet lulus, cepet cepet kuliah, itu bangeet Awal kelas XIIpun gitu, apalagi udah mulai mikirin masa depan, gimana ga bikin makin excited dan lebih lebih lagi pengen ninggalin seragam.
But then... Gue memasuki semester 6, yang ga lain adalah semester akhir...Januari, Februari berlalu.. Dan let me tell you, Maret adalah bulan yang paling ga kerasa! Saking sibuknya, saking capenya, saking diribetinnya sama UAS dan Ujian Praktek. Disinilah baru kerasa how it feels like to be in Senior Year.
Sekarang sekarang ini, gue lagi sering nengok ke belakang, kadang suka flashback sendiri di dalam pikiran. Kenangan kenangan yang gue punya, keluarga keluarga yang gue dapet, project project yang gue hasilin, acara acara yang gue ikut partisipasi, temen temen gue, momen momen yang absurd, semuanya......
7.2.12
Scratch of Dilemma
Jadi.... Berbulan bulan yang lalu, pas gue lagi duduk di meja besar, Adhip dan Hubab nyamperin gue. Awalnya cuma ngobrol ngobrol, lupa ngomongin apaan, sampai tiba tiba...
Perdebatan pun berlangsung. Semua alesan alesan klise kaya gue ga pinter ngomong, gue ga punya skill, dibantah sama mereka.
"Bon lu jadi ketua film angkatan ya!"
Sebelumnya hubab juga pernah sms gue yang isinya,
"...ntar lu jadi ketua panitia pilm dokumenter. Okeh."
Tapi gue tetep kaget. Ga ngira itu beneran. Dan respon gue pun negatif.
"Haaaah apaan? Gue kan ga bisa apa apa"
Perdebatan pun berlangsung. Semua alesan alesan klise kaya gue ga pinter ngomong, gue ga punya skill, dibantah sama mereka.
"Nih bon ibaratnya lu punya sebotol air, orang orang di sekeliling lu kehausan, dan lu gamau ngebagi air minum lu. Kaya gitu, lu punya kemampuan tapi ga lu salurin buat orang lain"
"Ntar juga kalo lu kuliah, atau kerja, ga bakal ditanyain rumus atau nilai lu berapa. Pasti yang ditanya tuh pengalaman lu"
31.12.11
29.12.11
The Days They Won't Forget part II
Dari situ sampe malem gue lupa ngapain, gue sama Ica yang cape mutusin buat istirahat di tenda.
Dan angkatan 23 lengkap tidur di satu tenda. Tetep kaya malem sebelumnya, dingiiiin! Pas gue lagi tidur, gue kebangun denger suara Padang masuk tenda. Padang ngambil tempat di tengah tengah dan di sebelah gue. Gue sempet protes gara gara dia nyempil,
"dang sempit..."
"Gapapa ih biar anget" kata padang sambil ketawa.
"Mau luas mah sono lu ke lapangan senayan bon" si jek nimbrung.
Gue merem lagi. Tapi bener aja loh. Setelah padang dateng, dinginnya ga kerasa. Gatau pergi kemana haha.
Beberapa lama kemudian anak kelas 2 dateng, bangunin buat briefing sama alumni. Padang sebagai ketua langsung bangun dan keluar, eeeh tendanya dingin lagi... Hahaha ternyata padang membawa kehangatan :p
Acara berikutnya.. Lagi lagi ga lulus sensor.
Beberapa jam kemudian, sekitar jam 3 atau 4 pagi, mereka baris, berjejer..
Mereka disuruh nutup mata, dan slayerpun dikalungin ke leher masing masing.
Dan ternyata ada 1 anak namanya Dennis yang langsung sujud loh ke tanah. Anjir..... Salut banget sama rasa syukurnya. Belum sempet mereka senyum dan bernafas lega, bang Sinyo dateng. Dateng ngelewatin mereka dan nyabut slayer dari leher yusran, nurul dan aji. Semua langsung syok.
"Mereka tuh ga pantes dapet slayer! Mereka belum layak jadi anggota remapa!"
Panitia ngebela seadanya, peserta juga berjuang buat ngomong atas nama rekannya yang ga lulus.
"Mereka layak bang!" Kentung angkat suara.
"Apanya yang layak? Hasil didikan lu nih! Kaya gini?! 3 orang gagal! Alumni juga punya hak buat nentuin kelulusan!"
Dari bang sinyo, gantian bang gema yang ngomong, semua adu mulut, ditambah teh yunita, bang achos. Bang gema sempet sampe buka jaket dan ngajak kentung berantem. Langsung dicegah sama panitia yang lain. Sampe akhirnya bang bojong dateng, ngedorong rere ngedorong yusran sampe nabrak lampu badai.
Bang bojong ngeluarin segala tuduhan,
"Saya ga bakal ngebiarin kalian dateng buat ngehancurin keluarga saya! Remapa itu bukan cuma sekedar organisasi, tapi keluarga! Coba yang dateng kesini dengan niat ngacauin remapa, sini ngomong sama saya! Gara gara kalian, keluarga saya jadi berantem, seneng kalian hah?!"
Suasana makin panas sama Bang Robby. yang teriak "DIAM!" tiap kali ada panitia yang ngeluarin suara buat ngebela anak kelas 1.
Hanny beberapa kali ngeberaniin diri buat ngomong panjang lebar ngebela mereka.
"Kita bisa rangkul mereka sampai mereka bisa! Mereka itu keluarga kita bang, kita gamau kehilangan anggota keluarga kita."
Tapi si korban malah bikin kesalahan fatal, Aji dan Yusran ngaku kalo mereka emang ga pantes buat dapetin slayer. Panitia panik, peserta lebih lebih lagi.
"Lu bisa! Tunjukkin kalo lu bisa! Jangan nyerah!!"
Air mata mulai menggenang di mata masing masing peserta. Tapi mereka tetep tegar, tetep kuat.
Aji, Nurul dan Yusran berdiri di depan peserta yang lain. "Coba kalian liat ke belakang. Liat temen temen kalian yang susah payah ngebela kalian. Liat baik baik. Mereka ngeluarin air matanya yang berharga cuma buat kalian!"
Mereka dikasih kesempatan buat saling rangkul dan berpelukan. Saling support, saling menopang, dan saling menguatkan. Sampai kekuatan pun akhirnya dateng ke diri Aji, Yusran dan Nurul. Mereka dapet kekuatan dan keberanian buat ngeyakinin tiap alumni kalau mereka layak dapetin slayer.
Hanny juga maju dan dengan tegas ngungkapin kelebihan dari 3 temennya itu. Air mata udah banjir di pipinya, isakan tangis susah payah dia tahan, dan dia tetep bersuara. Bersuara demi rekan seperjuangannya.
Satu jam lebih berlalu, mata mereka ditutup dan slayer sudah menggantung di leher ketika mereka ngebuka mata.
Yaa, suasana tegang sedih haru dan duka tersebut akhirnya berlalu dan mencair gitu aja, diganti dengan tawa, senyum lega dan pelukan hangat.
Mereka semua lulus.14 orang sebagai angkatan 25. 7 cowok dan 7 cewek.
Selamat datang ya. Selamat bergabung. Salut banget sama semua usaha yang udah kalian curahin.
Tetep jadi keluarga Remapa ya. Gue sayang sama kalian. Bangeeeeeeet.
Dan angkatan 23 lengkap tidur di satu tenda. Tetep kaya malem sebelumnya, dingiiiin! Pas gue lagi tidur, gue kebangun denger suara Padang masuk tenda. Padang ngambil tempat di tengah tengah dan di sebelah gue. Gue sempet protes gara gara dia nyempil,
"dang sempit..."
"Gapapa ih biar anget" kata padang sambil ketawa.
"Mau luas mah sono lu ke lapangan senayan bon" si jek nimbrung.
Gue merem lagi. Tapi bener aja loh. Setelah padang dateng, dinginnya ga kerasa. Gatau pergi kemana haha.
Beberapa lama kemudian anak kelas 2 dateng, bangunin buat briefing sama alumni. Padang sebagai ketua langsung bangun dan keluar, eeeh tendanya dingin lagi... Hahaha ternyata padang membawa kehangatan :p
Acara berikutnya.. Lagi lagi ga lulus sensor.
Beberapa jam kemudian, sekitar jam 3 atau 4 pagi, mereka baris, berjejer..
Mereka disuruh nutup mata, dan slayerpun dikalungin ke leher masing masing.
Dan ternyata ada 1 anak namanya Dennis yang langsung sujud loh ke tanah. Anjir..... Salut banget sama rasa syukurnya. Belum sempet mereka senyum dan bernafas lega, bang Sinyo dateng. Dateng ngelewatin mereka dan nyabut slayer dari leher yusran, nurul dan aji. Semua langsung syok.
"Mereka tuh ga pantes dapet slayer! Mereka belum layak jadi anggota remapa!"
Panitia ngebela seadanya, peserta juga berjuang buat ngomong atas nama rekannya yang ga lulus.
"Mereka layak bang!" Kentung angkat suara.
"Apanya yang layak? Hasil didikan lu nih! Kaya gini?! 3 orang gagal! Alumni juga punya hak buat nentuin kelulusan!"
Dari bang sinyo, gantian bang gema yang ngomong, semua adu mulut, ditambah teh yunita, bang achos. Bang gema sempet sampe buka jaket dan ngajak kentung berantem. Langsung dicegah sama panitia yang lain. Sampe akhirnya bang bojong dateng, ngedorong rere ngedorong yusran sampe nabrak lampu badai.
Bang bojong ngeluarin segala tuduhan,
"Saya ga bakal ngebiarin kalian dateng buat ngehancurin keluarga saya! Remapa itu bukan cuma sekedar organisasi, tapi keluarga! Coba yang dateng kesini dengan niat ngacauin remapa, sini ngomong sama saya! Gara gara kalian, keluarga saya jadi berantem, seneng kalian hah?!"
Suasana makin panas sama Bang Robby. yang teriak "DIAM!" tiap kali ada panitia yang ngeluarin suara buat ngebela anak kelas 1.
Hanny beberapa kali ngeberaniin diri buat ngomong panjang lebar ngebela mereka.
"Kita bisa rangkul mereka sampai mereka bisa! Mereka itu keluarga kita bang, kita gamau kehilangan anggota keluarga kita."
Tapi si korban malah bikin kesalahan fatal, Aji dan Yusran ngaku kalo mereka emang ga pantes buat dapetin slayer. Panitia panik, peserta lebih lebih lagi.
"Lu bisa! Tunjukkin kalo lu bisa! Jangan nyerah!!"
Air mata mulai menggenang di mata masing masing peserta. Tapi mereka tetep tegar, tetep kuat.
Aji, Nurul dan Yusran berdiri di depan peserta yang lain. "Coba kalian liat ke belakang. Liat temen temen kalian yang susah payah ngebela kalian. Liat baik baik. Mereka ngeluarin air matanya yang berharga cuma buat kalian!"
Mereka dikasih kesempatan buat saling rangkul dan berpelukan. Saling support, saling menopang, dan saling menguatkan. Sampai kekuatan pun akhirnya dateng ke diri Aji, Yusran dan Nurul. Mereka dapet kekuatan dan keberanian buat ngeyakinin tiap alumni kalau mereka layak dapetin slayer.
Hanny juga maju dan dengan tegas ngungkapin kelebihan dari 3 temennya itu. Air mata udah banjir di pipinya, isakan tangis susah payah dia tahan, dan dia tetep bersuara. Bersuara demi rekan seperjuangannya.
Satu jam lebih berlalu, mata mereka ditutup dan slayer sudah menggantung di leher ketika mereka ngebuka mata.
"Kemesraan ini... Janganlah cepat berlalu....."
Yaa, suasana tegang sedih haru dan duka tersebut akhirnya berlalu dan mencair gitu aja, diganti dengan tawa, senyum lega dan pelukan hangat.
Mereka semua lulus.14 orang sebagai angkatan 25. 7 cowok dan 7 cewek.
Selamat datang ya. Selamat bergabung. Salut banget sama semua usaha yang udah kalian curahin.
Tetep jadi keluarga Remapa ya. Gue sayang sama kalian. Bangeeeeeeet.
Subscribe to:
Posts (Atom)


